Sabtu, 26 Desember 2015

Maulid Dan Revolusi Ahlak

Mizan Musthofa
Uforia Ahir tahun 2016 sudah mulai ramai diperbincangkan oleh publik, mulai dari media, sampai kewarung kopi ceritanya hampir sama yakni berkisar pada hajatan tradisi tahunan, setiap kali berjumpa dengan kolega, sahabat, teman, dan saudara selalu pertanyaanya kemana liburan ahir tahun? Apa agenda perayaan ahir tahun? Dan bersama siapa melakukan pesta hajatan ahir tahun? Semua orang tertuju pada pekan ahir tahun.

Pada saat yang hampir bebarengan dalam waktu sepekan menjelang ahir tahun masyarakat indonesia sedikit lupa dengan moment yang tak kalah pentingnya dengan pesta ahir tahun yaitu peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tetap pada tanggal 24 Desember 2015 atau bertepatan dengan 12 rabiul awal 1437 H. Hampir disetiap ingatan kita tidak ada tersimpan penanggalan Hijriah rata-rata kita menggunakan kalender Masehi.  Dari situ pulalah kemungkinan besar kita juga lupa dengan moment berharga bagi umat islam.
Pada dasarnya 12 rabiul awal ini merupakan hari dimana Nabi Allah SWT Muhammad SAW dilahirkan oleh seorang ibu bernama Aminah tepatnya 12 rabiul awal 571 Masehi, dan tahun itu dinamakan Tahun Gajah, kenapa disebut dengan tahun gajah. Pada waktu itu tentara Abrahah (gubernur) Yaman menyerang  Ka’bah dengan maksud ingin meruntuhkannya, dengan mengendarai Gajah.
Namun penyerangan itu gagal total karna Allah mengirim burung ababil yang menjatuhkan batu-batu panas kepada pasukan gajah Abrahah, seperti yang diceritakan dalam Al-Qur’an Surat Al-Fiil.
Artinya:
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah[1]. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia. Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al-Fiil 1-5)
Kehadiran Muhammad SAW di bumi mekkah membawa tugas kenabian dari Tuhan pencipta alam semesta, tugas kenabian tersebut disamping menerima wahyu Allah yang berupa alquran juga membawa tugas yang begitu besar yakni memperbaiki ahlak manusia, “ tidak Aku utus kamu (Muhammad) melainkan untuk menyempurnakan ahlak. Pertanyaannya pada kita semua adalah ahlak yang seperti apa yang akan disempurnakan oleh Nabi? Dalam riwayat nya kita tahu nahwa umat jahiliyah pada masa itu memiliki tabiat atau prilaku yang tidak baik, diantaranya adalah suka berperang, saling membunuh, dilarangnya wanita hidup, perbudakan wanita (prostitusi), dan masih banyak lagi prilaku orang jahiliyah yang tidak baik. Dari hal tersebutlah Nabi di lahirkan Oleh Allah lewat ibunda Siti Aminah dengan maksud menyempurnakan Ahlak kaum jahiliyah.
Kehadiran Nabi bukan hanya menjadi agent perubaha ahlak kaum jahiliyah namun memberi keselamatan bagi umat islam keseluruhan, dimana Nabi juga mengajarkan empat sifat yang melekat pada diri Rasulullah.
Pertama Sidiq yang berarti benar (jujur), benar bukan hanya perkataan melainkan juga perbuatan. Artinya setiap ucapan kita harus selarang dengan perbuatan kita, bukan hanya sebagai pemanis kata, atau kerenya sekarang adalah janji kampanye.
Kedua Amanah, berarti dapat dipercaya. Jika suatu  urusan diserahkan kepada Nabi, maka nabi akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya, tidak heran penduduk mekah  memberi gelar Al-Amin pada diri Rasulullah.
ketiga Tabligh artinya menyampaikan segala sesuatu kebenaran kepada kaumnya.
Keempat Fathonah yang berarti cerdas, tidak mungkin Rasul tidak cerdas, menyampaikan satu mushab al-quran yang terdiri dari 114 surat, 6666 ayat dengan sempurna kalau beliau tidak cerdas.
Dari keempat sifat ini intropeksi diri kita, apakah kita sebagai umat Nabi sudah memiliki keempat sifat tersebut, keempat sifat diatas mengammbarkab kepribadian diri kita, apabila kita menjadi pemimpin harus jujur, amanah, menyampaikan realita kebenaran jagan ditutup-tutupi, dan tentunya harus cerdas.
Dalam konteks keindonesiaan, kita sadar bahwa umat muslim terbesar dunia adalah indonesia. 80 persen penduduknya adalam muslim. Maka sudah seharusnya menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam sikap, prilaku kebangsaan. Namun realitanya indonesia berbaik dari apa yang seharusnya, sikap yang ditunjukan para pemimpin tidak mencerminkan kepribadian ahla terpuji. Pemimpin yang cenderung korup, mengabaikan amanah, jarang sekali yang jujur, hal ini menjadi pertanyaan penting ada apa dengan indonesia?
Dalam rentetan kasus pejabat negara tidak mencerminkn sikap yang terpuji, saling menghakimi, mengkebiri, bahkan membunuh pihak-pihak tertentu demi kepentingan pribadi, kelompok, golongan. Maka tidak berlebihan jika menyebut indonesia sudah kembali kezaman jahiliyah.
Oleh karena itu dengan moment kelahiran Nabiyullah ini kita semua dapat intropeksi diri, revolusi ahlak merupakan bagian terpenting yang harus di lakukan, sesuai dengan dengan motto indonesia saat ini yakni “revolusi mental” yang terpenting adalah ahlak diri kita semua yang harus kita perbaiki.
Terahir dengan sholawat dan salam atas  Nabi semoga kita semua menjadi umat yang memilki pribadi yang sesuai dengan diri rasulullah SAW. semoga Muhammad tidak pernah lupa dengan kita, kendatipun kita sering kali melupakanya, Allahuma solli'ala saidina muhammad wa'ala ali syaidina Muhammad. Dengan demikian maka kita sebagai Umat pewaris Nabi tentu harus intropeksi diri dan menjadikan pelajaran disetiap sudut kehidupan Nabi Muhammad SAW.

oleh: Mizan Musthofa



[1] Yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh Abrahah Gubernur Yaman yang hendak menghancurkan Ka'bah. sebelum masuk ke kota Mekah tentara tersebut diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil sehingga mereka musnah.


EmoticonEmoticon