Kamis, 06 April 2017

Gadis dipojok Kanan


foto yuuri-matsumoto
Oleh: Hanafi 
Hari itu menjadi hari pertamaku menjadi seorang mahasiswa, dengan langkah semangat 45 kuayun kakiku menuju gedung berwanra kuning.  Waktu menunjukkan pukul 07.30 wit, aku langsung mengambil posisi Duduk paling pojok, lantaran aku tidak  tertarik dengan yang depan, bagi ku sudah biasa semenjak aku di sekolah dasar hingga SMA aku selalu berada dibangku paling depan, hal inilah yang membuatku tidak tertarik lagi duduk di depan. Tidak lama kemudian Seorang Dosen memakai baju rapi masuk di ruangan dan duduk di pojok depan, tanpa basa-basi langsung di absen satu-persatu nama mahasiswa yang ada dalam ruang kuliah tersebut, termasuk aku. Selesai memberi absen pak dosen berdiri dan berceramah dengan gaya khasnya. Bagiku apa yang disampaiakan sangat bermakna dan berbeda sekali dengan janji-janji politisi di atas mimbar.

Hanafi
Satu jam berlangsung aku khusu’ mendengarkan materi dari pak Dosen, tanpa sengaja perhatianku berubah seketika melihat sosok mahasiswi berkacamata dan memakai hijab duduk di depan pojok kanan serius memperhatikan materi pak dosen dengan seksama, perlu diketahui posisi dudukku di pojok belakang kiri. Kuperhatikan dia, bukan hanya cantik namun juga anggun dan pintar, karena penasaran, aku Tanya sama teman sampingku duduk, broo,.. cewek yang duduk di pojok kanan depan itu siapa namanya? tadi aku lupa pas absen gak ku tandai. Hemm ucap temanku memulai menjelaskan siapa yang ku maksud oh.. dia namanya Nina, dia anak pintar sering juara di disekolahnya dulu, kenapa imbuhnya kamu suka ya? Enggak .. pengen tau aja namanya kataku pura-pura.
Nina memang perempun yang baik, cantik dan pintar, wajahnya yang polos memakai kacamata bening dan berkerudung putih. Aku yakin semua lelaki akan tergoda, termasuk aku, sambil berguman sendiri ahirnya jam perkuliahan pengantar pendidikan berahir tepat pada Jam 09.30 Wit. Dan kami semua bersiap-siap untuk pulang. Kuperhatikan terus gadis itu, ahirnya dengan tersipu malu Nina Gadis yang sedari tadi kuperhatikan tersenyum padaku, lalu pergi meninggalkan ruangan kuliah. Aku tersenyum lepas ketika melihat senyuman itu!
Sambil berjalan Pulang dari kuliah aku selalu tersenyum senyum dengan sendirinya, gak tau apa sebabnya, tapi kuyakin ini semua karena Si Nina tadi, gumanku dalam hati.  Keesokannya aku lebih semangat untuk pergi mengikuti perkuliahan namanya juga lagi CAPER alias cari perhatian. Setiap aku berpapasan dengan Nina aku selalu tersenyum dan berharap Nina selalu mengingatku. Memang hampir semua mahasiswa sibuk tebar pesona di hadapan Nina termasuk aku, dan hari itu kuberanikan diri untuk menghampiri Nina teman kelasku, hei.. Ali sambil ku ulurkan tanganku dihadapannya, perlu diketahui nama lengkapku Muhammad Ali. dengan tersenyum Nina memandangku dan mengangkat kedua tangannya maaf bukan muhrim, aku Nina Ucapnya lembut. Sedikit malu kutarik tanganku dari hadapannya. Iya maaf, aku nggak tau balasku sambil senyum malu merasa bersalah.  
Hari-hariku terasa penuh cerita selalu kangen kampus pengen setiap hari kekampus meskipun hari libur, hanya satu alasan, ingin melihat senyum sahaja dari si Nina mahasiswi yang selalu mengganggu hatiku.
Senyumannya...!! Suaranya..!! Pandanganya..!! Pokoknya dia yang membuat luluh hati ini. Iya, dia yang dengan segala lemah lembutnya, Dia yang tampil apa adanya secara alami tanpa mack up. Dia tidak pernah pula menampakan kemarahannya sama siapa saja yang mencoba menggodanya, selalu senyum manis yang lemparkan,  itu pula yang membuat para mahasiswa (laki-laki) menjadi sungkan dengannya.
“Aku berpikir maka aku ada” itu yang kalimat yang diungkapkan oleh Renes Descartes Filsuf kuno yang kubaca di perpustakan. di saat itu pula aku mulai berfikir,” ketika aku jatuh cinta, maka aku harus ungkapkan” maklumlah namanya juga mahasiswa . ketika cinta tidak aku ungkapkan, maka cinta itu tidak ada. Dan untuk membuktikan uangkapan Renes Descartes, maka aku harus mengungkapkan pada Nina, serta untuk membuktikan keberadaan Cinta (‘).  
esok harinya pagi sekali aku sudah bangun dari tidur ku, kutarik selimut yang menggangguku untuk bangun dan segera ambil handuk dibelakang pintu kamar kontrakanku. Tanpa basa-basi langsung mandi meskipun dinginnya air menusuk tulangku. Aku tidak peduli asalkan pagi ini aku bisa mengungkapkan segala perasaanku pada Nina Gadis pujaanku. Sengaja berpakaian rapi kuambil tas lalu cabut meninggalkan kontarakanku menuju kampus. Pagi itu akulah satu-satunya mahsiswa yang paling pagi berangkat kampus. Pagar kampuspun baru saja dibuka oleh petugas keamanan kampus.  Sengaja aku duduk diluar gedung perkuliahan tepat di samping  taman, tubuhku terasa bergetar semuanya antara grogi dan cinta menjadi satu, Tak lama kemudian kulihat Nina berjalan sendiri menuju tempatku duduk. Sambil tersenyum manis menyapaku tumben pagi-pagi udah dikampus Al. sedikit grogi e.. ee iya nih sengaja jawabku dengan muka pucat dan deg-deg an. Aku berdiri lalu memanggilnya Nina,.. bisa minta waktunya sebentar? Pintaku. boleh jawabnya sambil tersenyum, ada apa? Sambungnya. Ini e .. ee a.. ak.. aku sebenarnya a.. aaa. Aa suka sama kamu, a.. ee bolehkan aku menjadi pacarmu? Sedikit kaget syok Nina hanya memandangku dan membisu. Kenapa memandangku seperti itu? Imbuhku.  Oh nggak ucap Nina seolah detak jantungnya berhenti sejenak. Aku cuman mau Tanya kamu serius apa enggak, soalnya aku nggak yakin kamu serius jawabnya padaku. Aku serius!!, Nina mau bukti apa dariku? Tanggapku ah,.. lihat besok ajha ya ucap Nina seraya tersenyum dan melangkah meninggalkanku. Hufftt….. kutarik nafas panjang-panjang lalu kuhembuskan dengan kuat-kuat.
Di ruang kuliah aku jadi salah tingkah, merasa malu dan sedikit gori, walaupun belum mendapat kepastian jawabannya, aku merasa bahagia karena telah mengungkapkan isi hatiku pdanya. pulang kuliah dengan penuh harapan pada Nina agar memberi jawaban yang kuinginkan. Sesampainya di kontrakan kuambil whudu’ dan segera sholat dzuhur, selesai sholat, hape ku berdering menandakan SMS masuk, aku lihat pesan dari Nina, belum sembat kubaca jantungkuku berdetak kencang tidak karuan. Setelah kubuka hanya pesan yang bertulisan iya.. iya InsyaAllah.. aku bingung maksudnya apa, namun jawaban itu membuat hatiku bahagia

Bersambung!!! Nantikan cerita selanjutnya part 2


EmoticonEmoticon