Minggu, 04 Januari 2015

JIka Aku Mahasiswa, Maka Aku HMI !!!

Mizan Mustofa
Hari demi hari telah kulalui. Suasana-suasana baru semakin hari semakin banyak kutemui. Terasa dalam diri ada sedikt perubahan. Entah perubahan seperti apa, aku sendiri tidak bisa merasionalkan lewat untaian kata. Mungkin karena itu pengaruh dunia baru yang saat ini aku geluti. Yah,, dunia kampus. Itulah dunia baru yag saya geluti hari ini. Dunia perKumpulan intelektual dalam pencarian jati diri. Dunia yang memberikan banyak pencerahan untuk lembar hidup baru, dunia yang melahirkan sejuta intelektual sejati. Dan dunia ini pulalah yang terkadang melahirkan intelektual penjahat berdasi.
Mungkin satu diantara sekian banyak alasan diatas kenapa hari ini aku memutuskan untuk masuk dalan lingkaran dunia baru ini. 

Keresahan itu menghinggapi hari-hari saya dikampus, karena aku merasa kuliah itu tidak jauh beda dengan belajar disekolah. Materi perkulihan pun sering kudapatkan disekolahku dulu.
Didalam kelas, setiap ada diskusi aku mengambil tempat yang paling sudut. Itu karena aku mengamati teman-temanku yang lihai dalam menyampikan ide dan gagasan-gagasan. Kepandaiannya berbicara dalam forum diskusi membuatku bertanya dalah hati, “Kenapa mereka bisa sepintar itu bicara? Apakah karena mereka ikut organisasi?”.

Seorang teman kelasku yang pandai berbicara dalam forum disela-sela waktunya aku bertanya kepadanya. “ Sobat, apa yang membuat anda sehingga bisa sehebat itu berbicara dalam forum?”. Dengan nada datar dia menjawab, “itu karena HmI”. Dan aku bertanya lagi “Apa itu HmI?”. Dengan semangat dia menjawab “HmI itu adalah Singkatan dari Himpunan mahasiswa Islam,sebuah organisasi yang terbesar dan tertua dinegeri ini. Organisasi ini sebagai wadah untuk berproses. HmI telah menempa saya untuk lebih giat belajar, Beriman , berilmu dan beramal demi menjadi insan cita yang berkarakter” paparnya.
Dari jawabannya itu membuat hati saya tergetar untuk bergabung di Organisasi warisan Lafran Pane tersebut. Akhirnya setelah saya pikir bahwa HmI akan memberikan ruang bagi para kader –kadernya untuk mengeksplorasi potensinya, maka saya putuskan untul ikut LK I (Basic training).
ketika hymne HmI dikumandangkan di tempat pembukaan Basic training LK 1 , hati saya kembali bergetar. Sambil tertunduk, aku menghayati bait demi bait hymne HmI tersebut. Aku berbisik dalam hati, “Betapa mulia cita-cita perjuanganmu, semoga aku termasuk kader yang insan cita untuk mewujudkan misi sucimu ini,

Aku menikmati pengkaderan itu dan menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh senior-senior kami. Dan sungguh materi itu belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Tepat pada materi Keyakinan Muslim, aku sempat berpikir “Akh, ini senior sudah gila mungkin”. Karena ia memaki-maki tuhanku dan ingin membakar Al-Quran. Dan beberapa peserta juga sempat naik pitam.
Dan ternyata, pada materi itu kita (peserta basic) dipancing untuk lebih filsafat dan mengeksplorasi kemampuan berpikir kita untuk mengadakan pembelaan terhadap cacian yang dialamatkan kepada tuhanku oleh senior kami.
“Terima kasih HmI, engkau telah membuka cakrawala berpikir saya”, tuturku dalam hati.

Selama ditempat pengkaderan, aku punya banyak teman baru dan ilmu yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. Setelah dikukuhkan sebagai kader HmI,
Menjadi kader HmI adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Karena di HmI aku diajari banyak hal yang tidak pernah aku dapatkan dibangku perkuliahan. Di organisasi warisan Lafran Pane ini, aku diperkenalkan dengan budaya membaca. Hingga akhirnya aku mampu menyatakan diri, minimalnya aku punya keberanian untuk mengungkapkan ide dan gagasan dalam forum diskusi dikelas, walaupun aku tahu kepintaran itu relatif.
Krisis identitas yang pernah melanda diri saya sebelum bergabung di HmI sekarang sudah bisa saya retas. Sekalipun tidak banyak yang bisa saya lakukan untuk HmI, tetapi saya tetap bangga menjadi bagian dari organisasi warisan Lafran Pane tersebut.
“Terima kasih HmI, engkau telah memberikanku jalan untuk mewujudkan harapan diriku. Ditanah gersang tempatku berpijak ini,dan penuh dengan sedikit politik praktis nya akan kutancapkan benderamu dan kuukir namamu sepanjang hidup ini di kampus maupun di sekitar lingkungan. ayah dan Ibu restui aku bersama HmI”. Itulah harapan terkecilku menjadi kader lafran Pane..
salam hijau hitam . salam sehimpun secita !!


EmoticonEmoticon