Selasa, 24 Januari 2012

Idris Laena Berharap Regulasi RBT Tak Merugikan Industri Musik Indonesia

Mizan Education.JAKARTA: Anggota DPR RI Asal Riau Idris Laena menyambut positif  rencana pemerintah untuk memberlakukan regulasi Ring Back Tone (RBT) mengingat banyak kasus pencurian/pemotongan pulsa tanpa seizin atau sepengetahuan pemilik ponsel. Adanya regulasi yang lebih baik dari pemerintah agar RBT tidak dianggap merugikan pihak musisi dan kalangan masyarakat.
Ditemui di sela-sela peluncuran album perdana duet Astrid Laena dengan Samuel Zylgwyn bertajuk  “Untuk Kamu” hasil karya pencipta lagu andal Wahyu WHL di Hard Rock Café, Ahad (22/1) kemarin. Peluncuran  Album perdana “Untuk Kamu” duet  Samuel dan Astrid mengambil lokasi  syuting video klip single perdana Untuk Kamu di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Konsep video klip percintaan dan kesetiaan sepasang kekasih, disesuaikan dengan lirik lagu dengan menampilkan pasangan yang terlihat romantis dengan nuansa serba putih. Samuel memakai kemeja dan celana panjang putih dengan ciri khas rambut gondrongnya yang ditata rapih dengan bando. Sementara Astrid tampil cantik dengan kulit cokelatnya yang dibalut dengan gaun putih.
Idris yang juga anggota komisi perindustrian dan perdaganganberharap regulasi pemerintah Badan Regulasi Telekomunikasi (BRT) nantinya  tidak sembrono dalam mengambil keputusan pada kisruh premium content dan  tak merugikan kelangsungan hidup sebuah musik atau label yang mengandalkan hidup dari RBT sebagai sumber penghasilan.
Agar pelanggan/pemilik ponsel tak merasa dirugikan, seluruh content provider juga harus memudahkan proses UNREG dan menjelaskan resikonya bagi pengguna RBT setelah pelanggan melakukan register RBT.
“Dalam regulasi mestinya konsumen jangan sampai dirugikan. Harus diatur adanya sistem potong pulsa otomatis. Jangan sampai pengguna ponsel tidak tahu mengapa pulsanya dipotong. Harus ditawarkan ulang, apakah pengguna ponsel itu mau atau tidak. Jadi seperti reset ulang saja,“ kata politisi Partai Golkar seraya mengatakan pemotongan pulsa tanpa seizin atau sepengetahuan pemilik ponsel tetap merupakan pencurian dan wajib diusut oleh pihak kepolisian.
Idris sepakat penggunaan RBT dipertahankan, karena bagaimanapun RBT menjadi satu-satunya tumpuan penghasilan musisi, penyanyi dan pelaku industri musik setelah rendahnya ekspetasi terhadap penjuangan kaset dan kepingan CD akibat maraknya bajakan. Di sisi lain, jika pemerintah menutup RBT, justru akan mematikan industri musik di tanah air yang bakal terus berkembang setiap saat. Sebab RBT menjadi satu-satunya tumpuan penghasilan musisi, penyanyi dan pelaku industri musik di tanah air.(zas/rls)


EmoticonEmoticon