Minggu, 14 Desember 2014

Mandi Balimau Kasai

BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
“Tak lekang karena panas, tak lapuk oleh hujan” mungkin ungkapan ini sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari di wilayah Provinsi Riau sebagai masyarakat yang memiliki peradaban dan adat istiadat  yang tinggi.
Ungkapan tersebut sangat sederhana namum kaya akan interpretasi yang dikandungnya, idiom tersebut memberikan deskripsi bahwa adat yang terdapat di daerah kita ini akan selalu eksist dan terus berdiri yang tak akan lapuk dimakan usia ataupun lusuh ditelan zaman yang semakin hari semakin berkembang.


Mizan Musthofa
Mandi balimau merupakan tradisi yang sudah lama di daerah riau, Tradisi ini, berlangsung sejak turun menurun di kalangan Melayu Riau. Tradisi dilakukan hampir di seluruh kabupaten/kota yang ada, dengan nama berbeda satu sama lain. Contohnya saja Balimau Kasai  lebih dikenal oleh masyarakat Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi. Di Pekanbaru, tradisi ini dinamakan Petang Megang sedangkan di Indragiri Hulu cukup dengan nama Balimau saja.
Balimau artinya adalah mensucikan diri baik lahir dan batin, sebelum datangnya Ramadhan,"menurut masyarakat. Kalau memang itu tujunnya kenapa tidak ;langsung saja mandi junub, wudhu kan bisa untuk mensucikan diri..
Tardisi ini sebenarnya sangat keliru, saya umpamakan sebuah musik yang tidak ada notnya. Apa manfaatnya dari mandi balimau itu tidak ada.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Mengetahui bagaimana mandi balimau kasai
2.      Bagaimana pandangan MUI terhadap mandi balimau.

BAB II
PEMBAHASAN
A.     APA ITU BALIMAU
Balimau Kasai bagi masyarakat Riau mempunyai makna yang mendalam yakni bersuci sehari sebelum Ramadhan. Biasanya dilakukan ketika petang sebelum Ramadhan berlangsung. Tua-muda turun ke sungai dan mandi bersama.
Balimau artinya membasuh diri dengan ramuan rebusan limau purut atau limau nipis. Sedangkan kasai yang bermakna lulur dalam bahasa Melayu adalah bahan alami seperti beras, kunyit, daun pandan dan bunga bungaan yang membuat wangi tubuh.
Tradisi ini, berlangsung sejak turun menurun di kalangan Melayu Riau. Tradisi dilakukan hampir di seluruh kabupaten/kota yang ada, dengan nama berbeda satu sama lain. Contohnya saja Balimau Kasai  lebih dikenal oleh masyarakat Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi. Di Pekanbaru, tradisi ini dinamakan Petang Megang sedangkan di Indragiri Hulu cukup dengan nama Balimau saja.
Balimau Kasai artinya mensucikan diri baik lahir dan batin, sebelum datangnya Ramadhan,"menurut masyarakat.  Kebanyakan orang  kegiatan Balimau Kasai ini merupakan ritual wajib yang harus dilakukan. Selain mandi di sungai dengan limau yang dianggap sebagai penyucian fisik, ajang ini juga dijadikan sarana untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama muslim dengan saling mengunjungi dan meminta maaf.
Biasanya, dalam setiap kunjungan akan ada makanan yang dibawa seperti Lemang, Lepat, Kue, Rendang dan Sup daging. Makanan ini, nantinya akan dijadikan santapan pada saat sahur pertama di bulan Ramadhan.
Kalau dulu, tradisi ini hanya diisi dengan makan dan balimau. Seiring perkembangan tradisi mengalami perubahan. Ada penambahan tertentu seperti organ tunggal dan acara lainnya seperti motorcross.
Namun sanagat disayangkan pada saat ini,  tradisi ini semakin menyalahi, dulu ada batasan antara lelaki dan perempuan. Sekarang semua bercampur baur. Tidak lagi menunjukkan mensucikan diri yang sebenarnya,
B.     PANDANGAN MUI TERHADAP BALIMAU KASAI
Tokoh agama Sumatera Barat Prof Dr Duski Samad menilai, tradisi balimau (mensucikan diri dengan mandi di sungai) menjelang Ramadhan, akan menodai Ramadhan itu sendiri, karena tidak ada dalam ajaran Islam.
"Tradisi balimau yang masih dilaksanakan masyarakat sangat keliru, karena ibaratkan musik tidak ada notnya, sehingga tidak memberikan arti apa-apa
Menjelang Ramadhan 1431 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar
Termasuk dalam balimau kasai diharamkan mandi bareng karena itu bukanlah tradisi yang Islami,” ungkap Ketua MUI Kampar Mawardi melalui Sekretaris Umum MUI Kampar H Johar Arifin kemarin.[1]
Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan ketika memasuki bulan suci ramadhan agar mandi menyiram sekujur tubuhnya (mirip madi junub),didalam agama islam sebelum memasuki bulan ramadhan sangat dianjurkan untuk saling mema’afkan satu sama lainnya, karena ramadhan adalah bulan untuk bertaubat, sementara ampunan Allah terhalang jika urusan sesama manusia belum diselesaikan, disampoing iitu, kaum muslimin dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin secara fisik dan fisikis, agar memperoleh hasil secara optimal dalam menjalankan ibadah puasa. Dan bukan dengan mandi balimau kasai yang pada umumnya dilakukan oleh masyarakat riau.
Balimau kasai yang sudah dilaksanakan di kampar bertahun-tahun menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat, karena dinilai sudah jauh menyimpang dari makna yang sebenarnya.
C.     AYAT YANG TIDAK MEMBOLEHKAN MANDI BALIMAU KASAI
 “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam
secara keseluruhan, dan jangan kau mengikuti langkah-langkah syaitan.Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Q.S. al-Baqarah: 208)
D.     PERUBAHAN NILAI DARI MANDI BALIMAU
Sekarang tradisi ini semakin menyalahi, dulu ada batasan antara lelaki dan perempuan. Sekarang semua bercampur baur," ujar dia resah.
Tak hanya itu, lanjut dia, musik yang dihadirkan pun bukan lah yang bernuansa Islami. Melainkan musik dangdut dengan goyangan yang membangkitkan gairah.
Tak ayal, ajang yang semula dijadikan penyucian diri berubah makna menjadi ajang cari jodoh dan mandi bersama pasangan yang bukan muhrim. Balimau Kasai dijadikan hari terakhir sebelum hari semuanya dilarang pada keesokan hari.
Untuk menuju Balimau Kasai ini, orang akan , menempuh satu jam perjalanan. Namun hal ini sebanding dengan keriangan yang ia dapatkan. Ia tak memungkiri, jika Balimau Kasai dijadikan sebagai ajang untuk berkenalan dengan gadis dari daerah lain.
Jadi penulis menyimpulkan bahwa mandi balimau yang pada umumnya dilakukan oleh masyarkat kampar, dan yang lainnya, adalah ajaran yang tidak dibenarkan didalam agama islam. Karena berbagai faktor pro dan kontra berbagai pendapat kebanyakanorang tidak menghendaki adanya mendi balimau. Seterusnya kita manusia yang diberi akal fikiran oleh Tuhan, untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Agar mareka dapat berfikir yang baik dan yang buruk
E.      NILAI FILOSOFIS DARI MANDI BALIMAU
Mandi Balimau kasai tersebut bukanlah termasuk sunnah rosulullah, melainkan hanya sebagai tradisi semata yang memiliki nilai filosofis yang tinggi bagi masyarakat Kampar dan sekitarnya, Selain momen membersihkan diri secara zahir, mandi Balimau Kasai juga merupakan momentum untuk menjalin silaturrahmi dan acara saling maaf memaafkan dalam rangka menyambut tamu agung yaitu Syahru Ramadan Syahrus Siyam, jadi bukanlah sebuah keyakian yang memiliki dalil naqli  secara qat’i. tapi ini lebih kepada sebuah adat yang bersendikan syara’ (Syariat Islam) syara’ bersandikan Kitabullah yang secara filosifisnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa kemajuan zaman hari ini secara langsung maupun tidak memberikan dampak negative terhadap kehidupan kita dalam kerangka adat istiadat, banyak terjadi distorsi sejarah, salah interpretasi terhadap nilai-nilai adat yang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita, termasuk mandi Balimau Kasai.
Bisa kita lihat dari tahun ketahun kegiatan mandi Balimau Kasai telah dinodai dengan tindakan yang  yang berseberangan dengan syariat islam diantaranya berhura-hura, berboncengan laki-laki dan perempuan yang bukah muhrim, mandi massal yang bercampur antara laki-laki dan perempuan, mabuk-mabukan sampai kepada musik yang menjauhkan masyarakat dari mengingat Allah Swt.

Padahal dulunya, tradisi ini merupakan hal yang tergolong urgen dan sakral. Sebelum memasuki bulan puasa atau sebelum magrib, anak kemenakan dan menantu atau juga yang tua serta murid akan mendatangi orang tua, mertua, mamak (paman), kepala adat, atau guru ngaji  mereka datang dalam rangka meminta maaf menjelang masuk bulan suci.












BAB III
PENUTUP
A.     KESIMPULAN
            Balimau Kasai bagi masyarakat Riau mempunyai makna yang mendalam yakni bersuci sehari sebelum Ramadhan.
            Balimau artinya membasuh diri dengan ramuan rebusan limau purut atau limau nipis. Sedangkan kasai yang bermakna lulur dalam bahasa Melayu adalah bahan alami seperti beras, kunyit, daun pandan dan bunga bungaan yang membuat wangi tubuh.
            Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan ketika memasuki bulan suci ramadhan agar mandi menyiram sekujur tubuhnya (mirip madi junub),didalam agama islam sebelum memasuki bulan ramadhan sangat dianjurkan untuk saling mema’afkan satu sama lainnya, karena ramadhan adalah bulan untuk bertaubat, sementara ampunan Allah terhalang jika urusan sesama manusia belum diselesaikan, disampoing iitu, kaum muslimin dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin secara fisik dan fisikis, agar memperoleh hasil secara optimal dalam menjalankan ibadah puasa. Dan bukan dengan mandi balimau kasai yang pada umumnya dilakukan oleh masyarakat riau.
B.     SARAN
            Berdasarkan uraian diatas kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu kritik dan saran kami harapkan dari si pembaca demi sempurnanya makalah pada pembuatan yang berikutnya, untuk kami ucapkan terima kasih.
Billahitaufik walhidayah,,



http://mizaneducation.blogspot.com/

2 comments

Makasih izin jadikan referensi.

sama sama gan, terima kasih untuk kunjungannya


EmoticonEmoticon