Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017

Membagi Cinta

taken by KangMizan
Membagi Cinta
(Part ke II Gadis pojok kanan)
Oleh: Hanafi

Kudengar alunan lagu bersenandung rindu, melodi cinta yang menggebu di dalam hati yang terpaku, itu lirik lagu dari Imam S arifin Senandung Rembulan yang menggambarkan hati ini. bayangkan saja coba, Lelaki mana yang tak bahagia ketika memiliki perempuan yang anggun dan bersahaja. Dan kurasa sangat munafik ketika menyebutnya i
tu biasa biasa saja. Memang sejak kubertemu dengan Gadis itu dihari pertamakuu kuliah, aku sudah menjatuhkan hatiku padanya. Bagiku mencintainya adalah suatu anugrah yang diberikan Tuhan padaku.

Kamis, 06 April 2017

Gadis dipojok Kanan


foto yuuri-matsumoto
Oleh: Hanafi 
Hari itu menjadi hari pertamaku menjadi seorang mahasiswa, dengan langkah semangat 45 kuayun kakiku menuju gedung berwanra kuning.  Waktu menunjukkan pukul 07.30 wit, aku langsung mengambil posisi Duduk paling pojok, lantaran aku tidak  tertarik dengan yang depan, bagi ku sudah biasa semenjak aku di sekolah dasar hingga SMA aku selalu berada dibangku paling depan, hal inilah yang membuatku tidak tertarik lagi duduk di depan. Tidak lama kemudian Seorang Dosen memakai baju rapi masuk di ruangan dan duduk di pojok depan, tanpa basa-basi langsung di absen satu-persatu nama mahasiswa yang ada dalam ruang kuliah tersebut, termasuk aku. Selesai memberi absen pak dosen berdiri dan berceramah dengan gaya khasnya. Bagiku apa yang disampaiakan sangat bermakna dan berbeda sekali dengan janji-janji politisi di atas mimbar.

Kamis, 23 Maret 2017

“ Setengah Gelas Kopi”

oleh: Kang Mizan
Pagi itu matahari cukup cerah, sekitar pukul 09:30 wib aku terbangun dari tidurkan karena sorotan matahari masuk pas di mukaku lewat jendela kamar kos kosan. Lagi-lagi aku bangun kesiangan, maklum sebagai mahasiswa yang memiliki cita-cita merdeka secara Illahiyah aku sering kali bergadang bersama teman-temanku seorganisasi. Walaupun terkadang  hanya satu gelas kopi di bagi-bagi namun bagiku itu sangat berarti, maklum anak kos kosan jauh dari orang tua. sesekali aku bersama teman-temanku bedah pemikiran Cak Nun dan Kawan-kawan. 

Jumat, 01 April 2016

“Antara KOPI, ROKOK, dan OCEHANMU” Cerpen

Mizan Musthofa
Hiruk pikuk kota metropolitan seakan tidak pernah berhenti. Kota yang jumlah penduduknya cukup besar ini membuat para penguasa dan juga pengusaha selalu mengintip dari balik jendela untuk dapat menanamkan saham, investasi dan sebagainya di kota ini. Jalanan yang semakin macet membuat sesak dada ini, pohon-pohon pun sudah mulai hilang berganti dengan batu-bata yang menjulang tinggi. Yah beginilah kota kami yang konon katanya punya cita-cita madani. Jika malam tiba banyak gerombolan anak muda, yang menghabiskan malamnya di pinggir jalan sambil menikmati keindahan kota, ada pula yang duduk diskusi atau hanya sekedar bercerita ria, dan tidak sedikit yang bercinta membuat butir-butir dosa. Tapi entahlah semua itu bagian dari dinamika kota. Mungkin...!