Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 April 2017

Gadis dipojok Kanan


foto yuuri-matsumoto
Oleh: Hanafi 
Hari itu menjadi hari pertamaku menjadi seorang mahasiswa, dengan langkah semangat 45 kuayun kakiku menuju gedung berwanra kuning.  Waktu menunjukkan pukul 07.30 wit, aku langsung mengambil posisi Duduk paling pojok, lantaran aku tidak  tertarik dengan yang depan, bagi ku sudah biasa semenjak aku di sekolah dasar hingga SMA aku selalu berada dibangku paling depan, hal inilah yang membuatku tidak tertarik lagi duduk di depan. Tidak lama kemudian Seorang Dosen memakai baju rapi masuk di ruangan dan duduk di pojok depan, tanpa basa-basi langsung di absen satu-persatu nama mahasiswa yang ada dalam ruang kuliah tersebut, termasuk aku. Selesai memberi absen pak dosen berdiri dan berceramah dengan gaya khasnya. Bagiku apa yang disampaiakan sangat bermakna dan berbeda sekali dengan janji-janji politisi di atas mimbar.

Kamis, 23 Maret 2017

“ Setengah Gelas Kopi”

oleh: Kang Mizan
Pagi itu matahari cukup cerah, sekitar pukul 09:30 wib aku terbangun dari tidurkan karena sorotan matahari masuk pas di mukaku lewat jendela kamar kos kosan. Lagi-lagi aku bangun kesiangan, maklum sebagai mahasiswa yang memiliki cita-cita merdeka secara Illahiyah aku sering kali bergadang bersama teman-temanku seorganisasi. Walaupun terkadang  hanya satu gelas kopi di bagi-bagi namun bagiku itu sangat berarti, maklum anak kos kosan jauh dari orang tua. sesekali aku bersama teman-temanku bedah pemikiran Cak Nun dan Kawan-kawan. 

Selasa, 06 Desember 2016

PENDOSA ZAMAN


“PENDOSA ZAMAN”
Oleh: Kang Mizan

Dibalik cerita duka tersimpan janji nan lama
Dibilik kamar kota merintih perih luka didada
Dia menyulutkan api cemburu dari sisi belakang kota
Membakar jantung di dermaga cinta

cinta tak mampu menjadi penawar api cemburu
Dan terus membelenggu jiwa-jiwa yang redup tanpa pelita
Hingga, Sampai terdampar dilaut kenistaan dosa
Merasa asing ditengah keramaian kota

Seolah, seperti syair Rumi yang bicara
Bicara namun diamlah!! Karena cinta adalah sebutir permata
Yang tak bisa kau lemparkan sembarangan seperti sebutir batu
Begitulah untaian bait kata yang dilontarkan Rumi dalam syairnya

Ahirnya,.. Menenun benang dirangkai menjadi selembar kain
Untuk menutupi aurat intelektual yang tak lazim dipertontonkan
Meski bertekuk lutut dihadapan bongkahan material dunia
Dan selalu ditelanjangi oleh kemajuan zaman

segelas kopi tak mampu menghadirkan peradaban
setengah gelasnya akan larut dalam dimensi perubahan
yang diharapkan hanyalah segenggam kepahitan

untuk mem­­­­­erangi dosa yang bertaburan sepanjang zaman

Senin, 05 Desember 2016

Melawan Budaya Korupsi Lewat Budaya

Melawan Budaya Korupsi Lewat Budaya
Oleh: Kang Mizan[*]

Sering sekali kita mendengar berita lewat surat kabar, media televisi, dan social media lainnya tentang korupsi. Asumsi masyarakat terhadap kasus-kasus korupsi melahirkan stigma baru dikalangan masyarakat dengan sebutan “budaya” korupsi. Sebab korupsi seolah menjadi  cerminan kepribadian bangsa ini, maka tidak heran kemudian masyarakat berasusmsi korupsi sudah menjadi bagian dari budaya. Sebelum kita akan membahas tentang budaya korupsi, terlebih dahulu kita kaji hakikat dan makna budaya.

“Malu adalah Fitrahmu”

“Malu adalah Fitrahmu”
Oleh: Kang Mizan

Tahukah kalian!!
Setiap jengkal dan lekuk tubuhmu  adalah racun racun bagi kehidupan,
Yaa racun yang sempurna untuk meluluhlantakkan keimanan setiap adam,

Hawa!!
Tahukah engkau,
Betapa berharganya dirimu,
Hingga Tuhan meletakkan Syurganya dibawah telapak kakimu,
Rasul juga menyebutmu tiga kali baru menyebutku,
Hancurnya sebuah Negara, karna kehancuranmu,
Mulianya Negara karna kehormatanmu
Maka, jadikan dirimu layak untuk dihargai.

Hawaku!!
Tahukah kamu betapa sakitnya hatiku,
Ketika aku mendapatkanmu dijalan-jalan dan mengumbar auratmu
Kau pertontonkan padaku, dia, dan mereka setiap jengkal lekuk tubuhmu,
Yang padahal tidak berhak untuk menontonmu.

Wahai hawaku!!
Ingatlah bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah golonganmu,
Wahai hawaku!!
Tak inginkah dirimu dihargai dan dihormati karena kehormatan dan kecerdasanmu

Ketahuilah wahai hawaku!!
Engkau indah karena sifat malumu
Engkau mulia karena ahlak dan kehormatanmu,
Masihkah engkau merasa berharga ketika tidak ada tersembunyi semua yang berharga darimu,
Lalu bagaimanakah engkau akan mengharapkan laki-laki untuk mendampingimu kelak,
Adalah laki-laki yang mulia dan menjaga kehormatannya.

Tapi jangan takut wahai hawaku!!
Tuhan kita Allah maha pengampun,
Karena tidak ada kata terlambat selama nyawa masih bersemanyam dalam raga,
Percayalah! Ketika dosa membumbing tinggi dilangit
Maka, ampunannya akan seluaas semesta raya

Wahai hawaku!!
Kembalilah pada fitrahmu

Engkau indah karena sifat malumu.

Selasa, 24 April 2012

pancasila sebagai dasar negara



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang


     Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Bahwasanya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.

Kamis, 15 Maret 2012

MODEL PENGEMBANGAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN (WAJAR 12 TAHUN)

MODEL PENGEMBANGAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN
(WAJAR 12 TAHUN)
DI KABUPATEN BENGKALIS PROPINSI RIAU1
Abstrak
Pemerintah Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau telah sukses dan berhasil dalam penyelenggaraan wajib belajar (wajar 9 tahun) yang sudah dilaksanakan. Selanjutnya potensi pengembangan model wajar 12 tahun di Kabupaten Bengkalis sangat tinggi karena didukung oleh alokasi dana pendidikan yang mencapai 30-35% dari APBD. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), tahun 2006–2010 Kabupaten Bengkalis akan menyelenggarakan Wajib Belajar 12 Tahun untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang bermutu di daerah dalam memenuhi hak dasar masyarakat sebagai warga negara. Tujuan yang akan dicapai pada kajian pengembangan pendidikan wajar 12 tahun ini adalah: 1) Memformulasikan model pengembangan wajar 12 tahun pada pendidikan berbasis masyarakat; 2) Mendiskripsikan dan menganalisis faktor yang berpengaruh dalam pengembangan model wajar 12 tahun di Kabupaten Bengkalis; 3) Mengidentifikasi bentuk kemitraan antara pemerintah dan masyarakat pada pengembangan wajar 12 tahun. Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis dalam melaksanakan Wajib Belajar 12 tahun, perlu menyusun Program Kegiatan Wajib Belajar 12 Tahun dengan tujuan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu dan terjangkau oleh setiap lapisan masyarakat, sehingga seluruh anak usia 16 – 18 tahun dapat memperoleh dan menamatkan jenjang pendidikan menengah (SLTA). Untuk itu perlu dilakukan beberapa program pendidikan, antara lain: 1) Standar Pelayanan Minimum Sekolah (SPM); 2) Penanggulangan Anak Putus Sekolah; 3) Pemenuhan Guru Kompetensi; 4) Peningkatan Mutu Pembelajaran; 5) Pemerataan Pendidikan Terpencil; 6) Pemetaan Database Sekolah; dan 7) Pengembangan Budaya Daerah/Lokal. Dari sisi lain peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkalis dapat dilakukan melalui, antara lain: 1) peningkatan fasilitas dan sarana sekolah; 2) peningkatan mutu guru; 3) peningkatan kemampuan pembelajaran; 4) peningkatan mutu tenaga kependidikan dan administratif; 5) pemberdayaan partisipasi masyarakat; 6) pengembangan kemampuan siswa; 7) kurikulum berbasis kompetensi (kbk); 8) pengembangan kurikulum muatan lokal; dan 9) sistem monitoring dan evaluasi.