Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2017

Rintihan Suci Wanita Sang Penanti

Rintihan Suci Wanita Sang Penanti
Oleh: Dhinda

Wahai Calon Imamku,..
Kunanti dirimu penuh ketabahan. 
Tekunlah dalam belajarmu, 
Gigihlah dalam perjuanganmu,
Kunanti dirimu dalam ketaatan.

Aku senantiasa membantumu menjadi lelaki penyabar
 sebab di sinipun aku berlatih untuk menyabarkan diri.
Kubantu dirimu mempunyai hati yang tabah 
karena setiap haripun aku mendidik hatiku menjadi tabah.
Dengan ketaatanku semoga engkaupun bertambah taat kepada-Nya.
Wahai calon imamku...
Tabahkan dirimu dalam menjalani lika liku perjuangamu. 
Gigihlah dalam membangun masa depanmu.
Sesungguhnya jodohmu sedang menanti. 
Menanti dalam ketaatan,..

Selasa, 06 Desember 2016

PENDOSA ZAMAN


“PENDOSA ZAMAN”
Oleh: Kang Mizan

Dibalik cerita duka tersimpan janji nan lama
Dibilik kamar kota merintih perih luka didada
Dia menyulutkan api cemburu dari sisi belakang kota
Membakar jantung di dermaga cinta

cinta tak mampu menjadi penawar api cemburu
Dan terus membelenggu jiwa-jiwa yang redup tanpa pelita
Hingga, Sampai terdampar dilaut kenistaan dosa
Merasa asing ditengah keramaian kota

Seolah, seperti syair Rumi yang bicara
Bicara namun diamlah!! Karena cinta adalah sebutir permata
Yang tak bisa kau lemparkan sembarangan seperti sebutir batu
Begitulah untaian bait kata yang dilontarkan Rumi dalam syairnya

Ahirnya,.. Menenun benang dirangkai menjadi selembar kain
Untuk menutupi aurat intelektual yang tak lazim dipertontonkan
Meski bertekuk lutut dihadapan bongkahan material dunia
Dan selalu ditelanjangi oleh kemajuan zaman

segelas kopi tak mampu menghadirkan peradaban
setengah gelasnya akan larut dalam dimensi perubahan
yang diharapkan hanyalah segenggam kepahitan

untuk mem­­­­­erangi dosa yang bertaburan sepanjang zaman

Senin, 05 Desember 2016

“Malu adalah Fitrahmu”

“Malu adalah Fitrahmu”
Oleh: Kang Mizan

Tahukah kalian!!
Setiap jengkal dan lekuk tubuhmu  adalah racun racun bagi kehidupan,
Yaa racun yang sempurna untuk meluluhlantakkan keimanan setiap adam,

Hawa!!
Tahukah engkau,
Betapa berharganya dirimu,
Hingga Tuhan meletakkan Syurganya dibawah telapak kakimu,
Rasul juga menyebutmu tiga kali baru menyebutku,
Hancurnya sebuah Negara, karna kehancuranmu,
Mulianya Negara karna kehormatanmu
Maka, jadikan dirimu layak untuk dihargai.

Hawaku!!
Tahukah kamu betapa sakitnya hatiku,
Ketika aku mendapatkanmu dijalan-jalan dan mengumbar auratmu
Kau pertontonkan padaku, dia, dan mereka setiap jengkal lekuk tubuhmu,
Yang padahal tidak berhak untuk menontonmu.

Wahai hawaku!!
Ingatlah bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah golonganmu,
Wahai hawaku!!
Tak inginkah dirimu dihargai dan dihormati karena kehormatan dan kecerdasanmu

Ketahuilah wahai hawaku!!
Engkau indah karena sifat malumu
Engkau mulia karena ahlak dan kehormatanmu,
Masihkah engkau merasa berharga ketika tidak ada tersembunyi semua yang berharga darimu,
Lalu bagaimanakah engkau akan mengharapkan laki-laki untuk mendampingimu kelak,
Adalah laki-laki yang mulia dan menjaga kehormatannya.

Tapi jangan takut wahai hawaku!!
Tuhan kita Allah maha pengampun,
Karena tidak ada kata terlambat selama nyawa masih bersemanyam dalam raga,
Percayalah! Ketika dosa membumbing tinggi dilangit
Maka, ampunannya akan seluaas semesta raya

Wahai hawaku!!
Kembalilah pada fitrahmu

Engkau indah karena sifat malumu.

Jumat, 20 Januari 2012

Habis Manis Sepah Dibuang

Habis Manis Sepah Dibuang
Kembang yang mekar harum mewangi,,
Dipandang-pandang dengan teliti,,
Pohon nan rimbun dicelah daun melati kembang berseri,,
kini dihampiri sang kumbang menaruh cinta sejati dan berjanji,,
akan setia sehidup semati,,
ke esokan hari terbitlah sinar mentari pagi
melati terkulai layu tak berseri, ,
menangis tersedu tinggal seorang diri ,,
tak ada kumbang yang datang menghampiri,,
Sedarlah diri waktu kau cantik
banyak lah kumbang yang ingin menghampiri
bagai dikata habis manis sepah dibuang.


 karya: Mizan Musthofa
http://mizaneducation.blogspot.com/



Hiasan di Taman Rindu

Hiasan di Taman Rindu
Telah sekian lama sayang....
kupahat namamu dihati ku,,
tak ingin rasanya berpisah
cinta mu penawar sepiku.
ungkapan ahir dibibirmu
ternyata cinta palsu
Kulempar segala resahan demi cinta padamu,
walaupun aku bisa tenggelam
dan terkubur dalam kekecewaan
namun rinduku kini semakin mendalam
Teguh dan tangkai bagai cintaku
namun bernbunga hampa
pedihnya kuhadapai perpisahan  ini,,
Biarpun harapanku hancur berderai
Kan kuhiasi kenanganku ditaman rindu....

karya: Mizan Musthofa
http://mizaneducation.blogspot.com/

Masih Ada Cinta

Masih Ada Cinta
berpura-pura mencinta sepenuh jiwa
terugkaplah kasih terkubur dihalaman cinta
hati terhiris sendu maratapi,,
pengorbananku yang tak pernah kau dihargai ,,
talah sekaian lama kucoba mencari dimana silafnya
hatimu berubah keegoan mu semankn memuncak,
Siapakah diriku setelah hadirnya didalam hidupku
cepatnya kau berpaling mendustai cinta kasih kita
Curahan rindu tiada maknanya,,
harapan menjadi kenangan,,
ku berdoa semoga kau bahagia,,
Disamping insan yang kau cinta
kurela perpisahan
kerana ku yakin
Masih ada cinta....
 karya: Mizan Musthofa
http://mizaneducation.blogspot.com/

Khilaf

Khilaf
Selasih kusiram dalam taman bunga ,,
Semakin sering kasih kutanam,,
kering layu terkulai,,
apakah itu pertanda.... perpisahan akan terjadi
apalah dosa ,, hilaf bicara cetus bara sengketa
seribu nista pasti cemari noda,,
retak kasihku bermula
rasa cinta berubah hilang kash setia,,
dilambung ombak yang menggila,,
maraklah api dihati menjadi benci,,
Apakah ini satu jalan penyelesaian,, atau suatu keputusan
haruskah perpisahan jadi penentu,,
apakah rela kau robohkan istana syurga yang pernah kita bina
apakah rela menghadapi derita perpisahan ini
namun ,,,
hakikat yang terjadi hanya lah kehilafan 
sikap yang keterlaluan hilang dalam pertimbangan...
 karya: Mizan Musthofa