Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2011

Peranan Filsafat Pendidikan dalam Pengembangan Ilmu Pendidikan


Peranan Filsafat Pendidikan dalam Pengembangan Ilmu Pendidikan
Tujuan filsafat pendidikan memberikan inspirasi bagaimana mengorganisasikan proses pembelajaran yang ideal. Teori pendidikan bertujuan menghasilkan pemikiran tentang kebijakan dan prinsip-rinsip pendidikan yang didasari oleh filsafat pendidikan. Praktik pendidikan atau proses pendidikan menerapkan serangkaian kegiatan berupa implementasi kurikulum dan interaksi antara guru dengan peserta didik guna mencapai tujuan pendidikan dengan menggunakan rambu-rambu dari teori-teori pendidikan. Peranan filsafat pendidikan memberikan inspirasi, yakni menyatakan tujuan

FILOSOFIS PENDIDIKAN

I. FILOSOFIS PENDIDIKAN  
1.  PENGERTIAN FILSAFAT
  Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.  
Ciri-ciri berfikir filosfi :

Filsafat Pendidikan


Merupakan terapan dari filsafat umum, maka selama membahas filsafat pendidikan akan berangkat dari filsafat.
Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai.
Dalam filsafat terdapat berbagai mazhab/aliran-aliran, seperti materialisme, idealisme, realisme, pragmatisme, dan lain-lain. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat, sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya, maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran, sekurang-kurnagnya sebanyak aliran filsafat itu sendiri.
Brubacher (1950) mengelompokkan filsafat pendidikan pada dua kelompok besar, yaitu
a. Filsafat pendidikan “progresif”
Didukung oleh filsafat pragmatisme dari John Dewey, dan romantik naturalisme dari Roousseau
b. Filsafat pendidikan “ Konservatif”.
Didasari oleh filsafat idealisme, realisme humanisme (humanisme rasional), dan supernaturalisme atau realisme religius.

Kamis, 22 Desember 2011

FILOSOFI PENDIDIKAN


FILOSOFI PENDIDIKAN
Filosofi pendidikan merupakan foundasi yang dibentuk untuk menjadi dasar dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan akan berjalan sesuai dengan dasar yang telah dipilih. Filosofi pendidikan seharusnya berpusat kepada Sang Pencipta. Menurut almarhum mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan bahwa filosofi pendidikan di Indonesia adalah yang terbaik di dunia. Mengapa bisa demikian? Karena filosofi pendidikan di Indonesia sudah berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.Filosofi pendidikan di Indonesia sudah memiliki dasar yang sangat tepat. Dengandemikian ada filosofi pendidikan yang tidak berdasarkan kepada Tuhan.Secara garis besar, filosofi pendidikan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu filosofi pendidikan yang berdasarkan kepada Tuhan (dipandang dari worldview kekristenan) dan filosofi pendidikan sekuler. Filosofi pendidikan Kristen merupakan sumberdari seluruh dimensi filsafat pendidikan yang hanya berpusat kepada Allah. Secara ideal, seharusnya tidak ada kompensasi terhadap pendidikan diluar daripada itu, yaitu pendidikan sekuler.Pendidikan sekuler dapat diungkapkan sebagai pendidikan tanpa Allah (Godless education). Jika filosofi pendidikan Kristen berbasiskan pada kebenaran Firman Tuhan, maka pendidikan sekuler dibangun di atas paradigma ateistik maupun humanistik. Perbedaan konsep yang mutlak berbeda.